| Sumber : Media Informasi Pesantren Al-Barokah |
Dengan penuh khidmat dan rasa syukur, Pondok Pesantren Al-Barokah kembali memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mengenang dua tahun wafatnya Almarhumah Almaghfurlaha Ny. Hj. Dewi Hamdana Bulqis, pengasuh pertama Pondok Putri Pesantren Al-Barokah. Acara ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan, keteladanan, dan jasa beliau, sekaligus mempererat silaturahmi antara keluarga besar pesantren, para ulama, tokoh masyarakat, alumni, santri, dan seluruh simpatisan Al-Barokah.
Hadir dalam kesempatan ini KH. Subhan Saifur Ruslan, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah; Ny. Hj. Ana Ghayatul Ghuslah, S.Pd.I., Pengasuh Pondok Putri Pesantren Al-Barokah; KH. Mohammad Fadlil, S.Pd.I., Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Barokah beserta keluarga; Nun M. Ilyas Mubarokurrohman, S.Pd., Kepala Biro Pendidikan beserta keluarga; serta Nun M. Hasan Mahbuby, S.Ag., Kepala Biro Kepesantrenan beserta keluarga.
Turut hadir para masyayikh dan tokoh, di antaranya Kyai Husni Hidayatullah Al-Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Barokatul Hasan; Kyai Ahmad Juwaini, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum; Kyai Muhammad Muhsin Abdal; serta para pejabat dan tokoh pemerintahan Kabupaten Bondowoso, pimpinan lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Barokah, Dewan Pengurus Pusat IKTIBAR, serta seluruh santri, alumni, dan simpatisan.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan tausiyah dari Almukarram KH. Muhammad Hasan Maulana atau yang tak asing disebut Nun Diego.
Dalam dawuhnya, beliau mengingatkan bahwa salah satu hikmah mengikuti acara haul adalah mengingat kematian. Haul bukan sekadar mengenang seseorang yang telah berpulang, tetapi menjadi kesempatan bagi kita yang masih hidup untuk kembali menyadari bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menuju kehidupan yang sama.
Beliau juga menyampaikan bahwa orang biasa yang telah meninggal membutuhkan doa dari orang-orang yang masih hidup. Namun, berbeda dengan para waliyullah, mereka tidak lagi membutuhkan doa dari kita. Justru kitalah yang membutuhkan keberkahan dari mereka membutuhkan siraman doa dan barokah yang mengalir dari orang-orang saleh. Maka, peringatan haul bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Ia adalah tentang menghidupkan kembali keteladanan, menyambung doa, dan mengambil keberkahan dari jejak perjuangan orang-orang yang telah mendahului kita.
Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Haul ke-2 ini, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh, doa-doa kita untuk Almarhumah Ny. Hj. Dewi Hamdana Bulqis diterima oleh Allah SWT, serta keberkahan dan nilai-nilai perjuangan beliau senantiasa hidup di tengah keluarga besar Pondok Pesantren Al-Barokah.
