Bondowoso — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh nilai pembelajaran dan pengabdian, santri Pesantren Al Barokah melaksanakan praktek menjadi imam sholat Tarawih di beberapa musholla Desa Padasan selama sembilan malam pertama bulan Ramadhan.
Program ini merupakan langkah nyata pesantren dalam mendidik santri agar sejak dini mampu mengambil peran pokok di tengah masyarakat. Tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, para santri juga dituntut untuk mengaplikasikan langsung ilmu yang telah mereka peroleh.
Pada tahun pertama pelaksanaannya ini, Pesantren Al Barokah mendelegasikan delapan santri untuk bertugas di delapan musholla yang berbeda di wilayah Desa Padasan. Penugasan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para santri dalam melatih keberanian, tanggung jawab, serta kesiapan mental saat berhadapan langsung dengan masyarakat.
Nun. Moh Ilyas Mubarakurrahman, S.Pd, yang akrab disapa Nun Barok selaku biro pendidikan Pesantren Al Barokah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi pembinaan karakter santri.
“Kami berharap para santri dapat langsung mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, pertama-tama di wilayah sekitar pesantren. Dengan demikian, mereka terbiasa hadir dan memberi manfaat bagi umat,” ungkapnya.
Masyarakat Desa Padasan menyambut baik kehadiran para santri sebagai imam Tarawih. Selain membantu kebutuhan ibadah Ramadhan, program ini juga mempererat hubungan antara pesantren dan lingkungan sekitar.
Insyaallah, pada tahun-tahun mendatang jumlah santri yang didelegasikan akan terus bertambah, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas dan menjadi agenda rutin Pesantren Al Barokah setiap bulan Ramadhan


